Agar Jenazah Perempuan Tak Ditangani Pria, Calon Modin Perempuan di Kota Kediri Dilatih Pemulasaraan

Kediri Dalam Berita | 01/04/2022

Surya.co.id

 
surya/didik mashudi
 
Calon modin perempuan di Kota Kediri dilatih tata cara pemulasaraan jenazah perempuan di Grand Panglima, Kamis (31/3/2022). 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Profesi modin yang salah satu tugasnya mengurus kematian, tidak banyak digeluti perempuan namun ternyata diminati di Kota Kediri. Dan Pemkot Kediri pun mengadakan pelatihan Pembinaan Calon Modin Perempuan tentang tata cara pemulasaraan jenazah perempuan di Grand Panglima Kota Kediri, Kamis (31/3/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemkot Kediri dalam melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan. Meski modin perempuan di Kota masih sedikit, namun dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut Kepala Bagian Kesra, Ahmad Jaenudin, proses pemulasaraan jenazah perempuan hendaknya mengikuti syariat Islam, di mana salah satunya pengurus jenazah perempuan juga harus dilakukan oleh perempuan.

“Banyak kita temui di lapangan apabila ada jenazah perempuan biasanya kurang cepat terkoordinir. Sebagian besar juga masih dipandu oleh laki-laki," jelas Jaenudin.

Sehingga dengan adanya pelatihan nantinya di setiap kelurahan ada modin perempuan yang bisa membantu mengurus jenazah perempuan sesuai syariat Islam. "Modin perempuan nantinya hanya bertugas memandikan dan mengkafani, di luar itu yang bertugas tetap modin laki-laki,” katanya.

Pelatihan diikuti calon modin perempuan dan perwakilan Pokja I Tim Penggerak PKK kelurahan se-Kota Kediri. Dengan adanya pembinaan dan pelatihan, peserta bisa menyampaikan informasi yang telah diperoleh serta bisa mengimplementasikan langsung kepada masyarakat.

Jaenudin menambahkan, pelatihan merupakan pembinaan awal, karey akan ada pembinaan lebih lanjut. “Peserta yang sudah dilatih diharapkan menjadi koordinator dan membentuk tim di masing-masing RW sehingga minimal per RW ada tim pemulasaraan jenazah perempuan agar hal ini bisa lebih massive lagi,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan diisi paparan Nuhdi Futuhal Arifin, penyuluh Agama Islam dari Kementrian Agama Kota Kediri yang menyampaikan metode tata cara memandikan hingga mengkafani jenazah