
Kediri, koranmemo.com - Persebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Kediri saat ini telah mencapai 52 kasus. Untuk menanggulangi penyakit ini, pemerintah telah menyusun rencana untuk memberikan vaksinasi dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala DKPP Kota kediri Mohamad Ridwan mengatakan, akan dilakukan survei terhadap hewan ternak. Survei ini tidak hanya untuk sapi, tapi kambing, domba, rusa, atau hewan yang berkuku belah.
Ia memperkirakan, untuk jumlah sapi di Kota Kediri ada di kisaran 3.000 - 5.000 ekor. Tujuan dari survei yang akan dilakukan ini adalah sebagai persiapan terkait pemberian vaksinasi PMK kepada hewan ternak.
Baca Juga: Bisnis Lendir di Blitar via Online, Pelanggan Ada yang Kakek-Kakek: Segini Tarifnya
“Akan dilakukan survei terhadap hewan ternak, ini untuk rencana vaksinasi yang akan dilakukan,” ujarnya.
Terkait penambahan jumlah kasus PMK di Kota Kediri, menurutnya penambahan yang terjadi masih landai. Hal itu dilihat dari penambahan kasus per hari yang tidak menunjukan adanya penambahan yang eksponensial.
Tidak seperti awal ditemukannya kasus PMK yang harus melalui uji laboratorium, saat ini positif PMK dinyatakan berdasarkan gejala yang ditunjukkan. Gejala visual yang ditunjukan oleh hewan ternak dirasa sudah cukup untuk menyatakan sebagai PMK atau bukan.
Langkah antisipasi yang dilakukan juga sudah lebih dulu daripada ditemukannya kasus PMK. Para peternak, penjual, maupun tempat pemotongan hewan, juga dirasa telah memiliki pemahaman yang memadai terkait penyakit ini.
Dari hasil pendampingan yang dilakukan, sejumlah sapi yang dinyatakan positif juga sudah membaik. Hal itu ditunjukan dengan turunnya suhu hewan ternak, nafsu makan kembali dan perilaku hewan ternak yang kembali energik.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat maupun peternak menghadapi PMK ini dengan tenang. Terutama menjelang momen Hari Raya Idul Adha, dimana kebutuhan akan hewan kurban juga meningkat.
Pihak DKPP Kota Kediri bersama instansi terkait juga akan melakukan evaluasi terhadap penutupan pasar hewan pada hari Kamis (9/6) mendatang. Pasar hewan Kota Kediri telah ditutup sejak 28 Mei dan akan berlangsung hingga 10 Juni mendatang.
Reporter : Ahmad Bayu Giandika
Editor : Achmad Saichu