Ancaman Krisis Komoditas Pangan, Ketersediaan di Kota Kediri Masih Aman

Kediri Dalam Berita | 13/06/2022

logo

Ancaman Krisis Komoditas Pangan, Ketersediaan di Kota Kediri Masih Aman

- Minggu, 12 Juni 2022 | 20:34 WIB
Sawah dengan tanaman padi yang masih menjadi komoditas bahan pangan utama (Bayu/Memo)
Sawah dengan tanaman padi yang masih menjadi komoditas bahan pangan utama (Bayu/Memo)
 
Kediri, koranmemo.com - Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menyampaikan dunia saat ini sedang menghadapi krisis komoditas pangan
 
Untuk itu diperlukan rencana untuk menghadapi ancaman tersebut, salah satunya diversifikasi pangan.

“Banyak pilihan yang bisa kita kerjakan di negara kita, diversifikasi pangan, alternatif-alternatif bahan pangan. Tidak hanya tergantung pada beras, karena kita memiliki beras, karena kita memiliki jagung, memiliki sagu, dan juga sebetulnya tanaman lama kita, yang ketiga adalah sorgum,” ucap Presiden Joko Widodo seperti dilansir dari laman resmi Presiden RI.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Mohamad Ridwan mengatakan, ketersediaan pangan di Kota Kediri masih aman. Hal itu berdasarkan pantauan harga yang menunjukkan masih stabil.
 

“Ketika harga mengalami lonjakan, itu merupakan tanda ketersediaannya mulai sedikit,” ujarnya, Minggu (12/6).

Sumber komoditas pangan yang ada di Kota Kediri, disuplai oleh hasil panen dari petani di Kota Kediri. Selain itu, komoditas pangan di Kota Kediri juga disuplai oleh wilayah lain melalui jalur perdagangan.

“Untuk komoditas seperti beras diperkirakan dari daerah sendiri masih cukup,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk komoditas seperti sayuran, buah-buahan, hingga susu di Kota Kediri memang masih banyak disuplai dari daerah lain.
 

Lahan pertanian di Kota Kediri sendiri sekitar 700 hektar. Dalam satu tahun, lahan tersebut bisa dipanen sebanyak tiga kali. Sedangkan untuk persentase jenis tanaman, sekitar 70 persen lahan tersebut ditanami dengan padi. Sisanya ditanami jagung, kedelai, dan tumbuhan lain.

“Dalam tiga kali periode panen itu, petani biasanya juga menanam lahannya dengan tanaman selingan. Sehingga misalkan menanam padi, dua dari tiga periode tanam dalam satu tahun digunakan untuk padi dan satu periode digunakan untuk tanaman selingan,” ujarnya.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah tetap baik. Sehingga hasil panen juga bisa tetap stabil.

Reporter : Ahmad Bayu Giandika

Editor : Achmad Saichu