Untuk itu diperlukan rencana untuk menghadapi
ancaman tersebut, salah satunya diversifikasi
pangan.
“Banyak pilihan yang bisa kita kerjakan di negara kita, diversifikasi
pangan, alternatif-alternatif bahan
pangan. Tidak hanya tergantung pada beras, karena kita memiliki beras, karena kita memiliki jagung, memiliki sagu, dan juga sebetulnya tanaman lama kita, yang ketiga adalah sorgum,” ucap Presiden Joko Widodo seperti dilansir dari laman resmi Presiden RI.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP)
Kota Kediri Mohamad Ridwan mengatakan,
ketersediaan pangan di
Kota Kediri masih aman. Hal itu berdasarkan pantauan harga yang menunjukkan
masih stabil.
“Ketika harga mengalami lonjakan, itu merupakan tanda ketersediaannya mulai sedikit,” ujarnya, Minggu (12/6).
Sumber
komoditas pangan yang ada di
Kota Kediri, disuplai oleh hasil panen dari petani di
Kota Kediri. Selain itu,
komoditas pangan di
Kota Kediri juga disuplai oleh wilayah lain melalui jalur perdagangan.
“Untuk
komoditas seperti beras diperkirakan dari daerah sendiri
masih cukup,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, untuk
komoditas seperti sayuran, buah-buahan, hingga susu di
Kota Kediri memang
masih banyak disuplai dari daerah lain.
Lahan pertanian di
Kota Kediri sendiri sekitar 700 hektar. Dalam satu tahun, lahan tersebut bisa dipanen sebanyak tiga kali. Sedangkan untuk persentase jenis tanaman, sekitar 70 persen lahan tersebut ditanami dengan padi. Sisanya ditanami jagung, kedelai, dan tumbuhan lain.
“Dalam tiga kali periode panen itu, petani biasanya juga menanam lahannya dengan tanaman selingan. Sehingga misalkan menanam padi, dua dari tiga periode tanam dalam satu tahun digunakan untuk padi dan satu periode digunakan untuk tanaman selingan,” ujarnya.
Hal itu dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah tetap baik. Sehingga hasil panen juga bisa tetap stabil.
Reporter : Ahmad Bayu Giandika
Editor : Achmad Saichu