Wali Kota Kediri Bagikan Tips Kunci Menjadi Generasi Cerdas di Berbagai Kondisi dalam Diskusi Publik FOSKA

berita | 05/09/2021

wali kota kediri abdullah abu bakar mas abu

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berdialog bersama siwa-siswi SMA di Kota Kediri dalam Diskusi Publik Forum OSIS Kota Kediri (FOSKA), Minggu (5/9). Bertema Smart Generation in Every Condition ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

 

Mengawali dialog, Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa dalam masa PPKM Darurat Level 4 ini sistem pembelajaran di Kota Kediri 100 persen daring. Keselamatan dan kesehatan warga sekolah adalah hal yang utama. Meski di masa pandemi, masih banyak pelajar di Kota Kediri yang produktif dan berprestasi. Seperti duet gitaris muda Kota Kediri dari SMPN 3 Kediri dalam ajang FLS2N 2021 tingkat nasional, SMAN 2 Kediri juara tingkat nasional pada lomba Financial Literation Championship 2021, dan siswa MTsN 2 Kota Kediri meraih gold medal diajak Singapore International Math Olympiad Challenge yang berlangsung secara virtual. “Terima kasih banyak pelajar yang berprestasi artinya siswa masih sangat produktif masih bisa beradaptasi dalam hal apapun. Saya yakin kalian sudah kangen dengan sekolah. Tapi sabar dulu kita harus menyamakan persepsi dan perasaan bahwa ke depan harus menerapkan new normal life. Kita harus jaga bersama dan kita stabilkan Covid-19 ini. Semoga kita segera turun ke level 3,” ujarnya.

 

Di masa pandemi yang memiliki banyak keterbatasan ini, Wali Kota Kediri membagikan tips menjadi generasi cerdas di berbagai kondisi. Kuncinya harus adaptif, membangun jaringan seluas-luasnya, belajar banyak hal baru, aktif berorganisasi, dan rajin belajar. “Saya mengutip dari Charles Darwin bahwa bukan yang kuat yang bertahan tapi yang bisa menyesuaikan diri. Nah kalian harus adaptif dan terus membangun jaringan. Meskipun saat ini pandemi kalian bisa berkenalan secara daring. Nanti kalau banyak teman sudut pandang kalian menjadi luas,” jelasnya.

wali kota kediri abdullah abu bakar mas abu

Selanjutnya, pada sesi dialog banyak siswa yang antusias untuk bertanya kepada Wali Kota Kediri. Seperti Bherryl dari SMK Pawyatan Daha 1 yang menanyakan tentang media pembelajaran sekolah secara daring “Terkait dengan media pembelajaran di Kota Kediri pasti setiap pasti punya standarisasi sendiri. Ada langkah khususkah dari Kota Kediri?,” tanyanya.

 

Wali Kota Kediri pun menanggapi bahwa banyak media yang dimanfaatkan dalam pembelajaran secara daring ini. Namun kendalanya ada sekolah yang siap dan sekolah yang belum siap menggunakan pembelajaran dengan Zoom Meeting. Dalam keadaan seperti ini sebagai pelajar harus terus belajar dengan mencari berbagai sumber. “Waktu itu terus berjalan kita tidak ada pilihan lain. Terkait dengan daring kita harus daring karena dari pusat pun masih belum membuka kelas. Tapi karena waktu terus berjalan kita harus terus banyak belajar. Kalian bisa belajar dari mana pun bahkan  dari internet. Apapun pelajari, meskipun guru tidak memberi tugas kalian bisa belajar sendiri. Jadi kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan jangan berhenti belajar,” jawabnya.