Parade Jaranan di Selomangleng

berita | 22/08/2016

Aksi 500 jaranan dan reog berparade di depan Lapangan Bujel Kecamatan Mojoroto sampai Kawasan Wisata Goa Selomangleng, Minggu (21/8).

Beberapa singo barong dan pentulan melakukan atraksi berupa tarian setelah cambuk milik para warok dibunyikan. Ada juga reog yang melakukan atraksi dengan dinaiki oleh seorang warok.

Parade Jaranan ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di depan lapangan Bujel sekitar Pukul 14.00 WIB. Parade yang baru pertama kali digelar ini untuk memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1137 dan HUT RI ke-71.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengatakan Kesenian jaranan merupakan bagian dari budaya nasional yang isinya selalu membawa pesan, seperti halnya jaran kepang menggambarkan sejarah Kerajaan Kediri. “Budaya Jawa merupakan salah satu budaya nasional yang tinggi nilai sosialnya, penuh dengan ajaran-ajaran tentang menjalani kehidupan, memiliki jati diri, dan jaranan merupakan bagian dari kesenian khas dari Kediri,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri.
 
Mas Abu juga berharap kepada masyarakat untuk menguri-uri budaya yang ada di Kediri agar tidak diambil bangsa lain. "Marilah kita saling bersinergi untuk melestarikan kesenian daerah khususnya jaranan sehingga masyarakat luas bisa mengakui bahwa jaranan merupakan kesenian asli Kediri,” imbuh Mas Abu