PKK Kota Kediri Bagi-Bagi Hand Sanitizer

berita | 20/03/2020


KEDIRI– Di Jl.Dhoho, seorang ibu pedagang kue disodori sebotol hand sanitizer oleh Ferry Silviana Veronica (Fey), Ketua Penggerak PKK Kota Kediri, pagi 20/03/2020. Sontak ia menolak dan mengatakan bahwa nanti saja, belum butuh. Rupanya pedagang itu mengira harus membeli. Setelah dijelaskan bahwa hand sanitizer ini gratis, senyumnya mengembang. Ia mengatakan bahwa “obat” demikian ia menyebut itu sangat mahal sekarang.

Usai menunjukkan cara memakainya, rombongan PKK ini melanjutkan pembagian hand sanitizer. Bermula dari Stasiun Kediri berlanjut di sepanjang Jl. Dhoho.

“Kita mulai dari stasiun karena stasiun tempat orang dari luar kota datang,” kata Fey. Hand saintizer buatan PKK ini berbahan dasar alkohol 95% dan baby oil sesuai dengan petunjuk ahli kimia. Botol-botol ini dibagikan kepada tukang becak, tukang ojek, dan pedagang asongan di sekitar lokasi sambil memberi penjelasan bagaimana menggunakannya dan apa saja yang harus dihindari.

Hand sanitizer hanya salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus. Social distancing (jaga jarak), work from home (kerja di rumah), dan menjaga kebersihan sesuai dengan anjuran pemerintah harus diterapkan di masyarakat. Tim Penggerak PKK aktif memberikan penyuluhan ini kepada lingkungan sekitarnya.

“Kalau ada yang bepergian dari luar kota, apalagi kota-kota yang kini sudah ada yang terjangkit, harus menjaga jarak. Tinggal di rumah dulu,” saran dr. Dwi Nugarahini, Ketua Pokja IV. Selain itu ia juga menganjurkan pada masyarakat untuk menjaga stamina tubuh dengan cara makan makanan bergizi, istirahata cukup, gerak fisik/olah raga, dan menghindari stres. Hal ini yang akan menjaga kekebalan tubuh dari virus.

“Selain itu soal etika batuk/bersin yang betul. Jangan ditutup dengan tangan,” kata dr. Dwi. Etika batuk/bersin yang betul khususnya yang sakit harus ditutup dengan sapu tangan/tisu agar ludah yang mengandung virus tidak menyebar. Kalau hanya ditutup dengan tangan, virus ada di tangan lalu tangan memegang benda lain, dan benda itu dipegang orang lain maka akan tersebar.

Bagi warga yang sakit harus memakai masker. Masker sekali pakai hanya bisa dipakai selama maksimal 24 jam, setelahnya harus dibuang. Agar masker ini tidak digunakan ulang oleh pihak yang tak bertanggungjawab, maka masker yang dibuang sebaiknya digunting/dirusak.

Kalau tak ada masker, masker kain bisa dipakai meski ini hanya dalam kondisi darurat bila masker sekali pakai tidak bisa ditemukan. Intinya, mencegah cairan dari batuk/bersin dari orang yang sakit menular ke orang sehat.

Saran dr. Dwi yaitu rajin cuci tangan dengan sabun. Cuci tangan merupakan cara paling efektif menghilangkan virus dari tangan.

Sebelum cuci tangan, hindari untuk menyentuh muka. Virus bisa masuk melalui mulut, hidung, dan mata. Bila tidak mencuci tangan lalu makan, menyentuh lubang hidung, dan menyucek mata, maka potensi menyebarkan virus sangat tinggi.

“Anak-anak kan sudah belajar di rumah. Bagaimana kalau ibu yang bekerja justru yang membawa penyakit ke rumah?” tanya salah satu anggota PKK.

Menjawab pertanyaan itu, dr. Dwi tetap menyarankan dengan menjaga kebersihan dan menjaga jarak sebelum badannya bersih. Paling efektif tentu saja dengan meningkatkan stamina tubuh.

Selanjutnya, bila ada keluhan dan pertanyaan, Pemkot sudah menyediakan Layanan Kontak Corona Kediri selama 24 jam yaitu (0354) 2894000 atau WA 08113787119 atau kunjungi website corona.kediri.go.id 

* sumber : https://jatimplus.id/