Kota Kediri Raih Penghargaan Bebas Frambusia, Jadi Bonus atas Pola Hidup Sehat Masyarakat

Kediri Dalam Berita | 02/06/2022

Surya.co.id

Kota Kediri Raih Penghargaan Bebas Frambusia, Jadi Bonus atas Pola Hidup Sehat Masyarakat

Selasa, 31 Mei 2022 20:07
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
 
surya/didik mashudi
 
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (kiri) bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima memperlihatkan sertifikasi bebas frambusia sejak 2008, Selasa (31/5/2022). 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kota Kediri meraih penghargaan bidang kesehatan tingkat nasional karena dinyatakan sukses dalam eradiksi penyakit frambusia. Penghargaan ini merupakan pengakuan karena sejak 2008, Kota Kediri telah bebas dari penyakit frambusia.

Sebelumnya Kota Kediri juga meraih sertifikat bebas malaria pada tahun 2014. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menerima penghargaan berupa sertifikat dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Dr dr Maxi Rein Rondonuwu didampingi Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, Selasa (31/5/2022).

Kegiatan penyerahan penghargaan ini bersamaan acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022 dengan tema "Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria" di Mandalika Kuta, Lombok Tengah, NTB.

Abu Bakar mengungkapkan, penghargaan ini bukan tujuan melainkan bonus. Karena Pemkot Kediri terus melakukan pencegahan terhadap penyakit frambusia. Hasilnya Kota Kediri bebas dari frambusia sejak 2008.

"Alhamdulillah kita bisa bebas frambusia dan meraih penghargaan dari Kemenkes. Harapannya, kita bisa terus mempertahankan untuk bebas frambusia ini. Mari sama-sama kita pertahankan," ujar Mas Abu, sapaannya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk terus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Di mana salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan adalah melalui PHBS. "Penghargaan ini diraih karena kerjasama dan sinergi yang baik antara Pemkot Kediri dan masyarakat. Saya minta PHBS ini terus dilakukan," harapnya.

Eradikasi frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional.

“Sekarang sudah ada contoh daerah yang sukses melaksanakan eleminasi kusta dan eradikasi frambusia. Kami harapkan, yang sudah berhasil memberikan contoh kepada daerah lain,” ungkap Maxi Rein.

Data dari Kemenkes, ada 47 kabupaten/kota yang telah memenuhi persyaratan bebas frambusia termasuk Kota Kediri salah satunya. “Saya ucapkan selamat kepada daerah yang sudah mendapatkan sertifikat dan penghargaan. Semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang belum mencapai eleminasi kusta dan eradikasi frambusia,” tambahnya.

 

Direktur Jenderal P2P juga menyampaikan, daerah penerima Sertifikat Bebas Frambusia merupakan daerah yang sudah melewati beberapa tahapan untuk mendapatkan sertifikat frambusia.

"Pertama kabupaten dan kota telah membuktikan bahwa tidak ditemukan kasus frambusia baru berdasarkan surveilans berkinerja baik. Kedua, rekomendasi provinsi setelah melakukan sertifikasi frambusia, yang ketiga assessment time sertifikasi pusat yang terdiri dari tiga kelompok kerja, yaitu dari NTD, Perdoksi, sehingga menghasilkan pertimbangan kabupaten/kota bebas frambusia," jelasnya.