KBRN . Kediri : Dimasa transisi dari pandemi menuju endemi sekarang ini sudah banyak pola kehidupan anak yang mengalami perubahan. Mulai dari pembelajaran luring menjadi daring, dan lain sebagainya. Dan dimasa perubahan sekarang ini lah, penyesuaian kembali terhadap pola belajar anak, kehidupan bermasyarakat dan pemanfaat waktu luang anak perlu diadaptasikan kembali.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Perokonomian dan Pembangunan Kota Kediri, Ferry Djatmiko dalam Seminar HAN 2022 yang diikuti 85 pelajar perwakilan SD dan SMP di Kota Kediri beserta pendamping komite sekolah.
Menurut Ferry, menghadapi perubahan pola kehidupan bagi anak-anak bukanlah hal yang mudah. “Sebagai orangtua kita harus mendampingi dan membimbing perubahan mereka,"ungkapnya.
Tak hanya mempersiapkan anak menghadapi endemi, menurut Ferry peringatan HAN 2022 juga merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Lebih lanjut Ferry menuturkan bahwa selain untuk memperingati HAN, seminar ini juga sebagai sarana motivasi pembelajaran untuk anak-anak agar menjadi generasi yang tangguh. "Keberlangsungan masa depan bangsa Indonesia, termasuk Kota Kediri akan bergantung pada generasi muda, apalagi melihat saat ini 70% anak muda telah mendominasi Indonesia. Bangsa ini bisa dilihat dari kekuatan generasi mudanya, jika anak-anak bisa tumbuh dengan baik, kuat dan tangguh, maka Indonesia akan semakin maju seperti tema HAN tahun 2022 yaitu Anak Terlindungi, Indonesia Maju,"imbuhnya.
Ferry juga mengungkapkan bahwa Pemkot Kediri hingga saat ini terus berupaya menciptakan lingkungan yang berkualitas bagi anak-anak, sebagai bentuk komitmen dan ikhtiar dalam mewujudkan kota layak anak serta upaya percepatan terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) tahun 2030.
Tak hanya itu, pada kesempatan ini Ferry juga mengajak peserta seminar, yaitu pelajar SD dan SMP serta komite sekolah untuk memperhatikan beberapa prilaku yang dapat menghindarkan anak dari permasalahan dan tindakan negatif. Menurutnya penting bagi anak untuk berani menyuarakan pendapat, berpakaian sopan dan mengetahui cara untuk menjaga diri sendiri. Anak juga harus diajarkan nilai-nilai agama dan diberikan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan orang dewasa, baik itu guru atau orang tua.
Terakhir Ferry mengajak perwakilan guru atau komite sekolah yang hadir untuk silih asah, silih asuh dan silih asih, yaitu saling memintarkan, saling menyayangi dan saling menjaga tumbuh kembang anak di Kota Kediri.

