Persiapan PHBS Kelurahan Bawang

berita | 23/01/2017

Kelurahan Bawang turut serta dalam ajang perlombaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional. Masyarakat Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri telah mempersiapkan dalam menghadapi tim penilai tingkat nasional.

Selain masyarakat, Pemkot Kediri melalui Dinas Kesehatan dan beberapa OPD terkait turut berperan aktif dalam tahapan persiapan menuju lomba PHBS tingkat nasional ini. Sebelumnya, Kelurahan Bawang mewakili Kota Kediri dalam ajang yang sama ditingkat provinsi dan berhasil menjadi juara pertama.

Penilaian ada 10 indikator yang harus dipenuhi, Kelurahan Bawang memiliki beberapa program unggulan untuk mewujudkan tatanan PHBS :
1.    Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan


Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan seperti, bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kunjungan kader Kelurahan Bawang ke rumah penduduk dengan keluarga terdapat ibu hamil untuk dilakukan pendampingan. Selain itu, tidak hanya melakukan pendampingan namun juga memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil mulai dari persiapan kehamilan, proses kehamilan sampai dengan masa kelahiran bayi akan didampingi oleh tenaga kesehatan.
2.    Memberi ASI eksklusif


Bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain. Kader di Kelurahan Bawang juga memberikan penyuluhan cara pemberian ASI. Kemudian ada juga Kelompok Pendukung ASI (KP ASI) yang menjadi wadah diskusi anatar ibu-ibu dengan para kader dan petugas kesehatan puskesmas.
3.    Menimbang bayi dan balita


Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan setiap bulan.
4.    Menggunakan air bersih


Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dsb. Agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
Di KelurahanBawang masyarakatnya menggunakan air bersih untuk kegiatansehari-hari.
5.    Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun


Air yang tidak bersih mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ketangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk kedalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal ditangan.
6.    Menggunakan jamban sehat


Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembangunan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk memberihkannya.
7.    Memberantas jentik di rumah


Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.
Pemantauan jentik-jentik di rumah penduduk oleh kader dan jumantik di Kelurahan Bawang. Pemeriksaan ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu warga dan kader kesehatan melakukan 3M.
8.    Makan buah dan sayur setiap hari


Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal tiga porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
Di Kelurahan Bawang pemanfaatan halaman rumah untuk budidaya tanaman dan buah sudah dilakukan. Selain itu ada pula penyuluhan kepada anak-anak untuk mengkonsumsi sayur dan buah.
9.    Melakukan aktivitas fisik setiap hari


Ativitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
Aktifitas fisik warga Kelurahan Bawang ini biasa diisi dengan senam bersama yang rutin dilakukan. Adapula kegiatan senam lansia oleh ibu-ibu kader lansia “senam anti struk”.
10.    Tidak merokok di dalam rumah 


Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan carbon monoksida.
Kelurahan Bawang memiliki inovasi dalam indicator ini yaitu Cara Hidup Sehat Kendalikan Diri Berantas Asap Rokok atau yang lebih dikenal “Cah Kediri Bro”. jadi sebelum masuk dalam rumah, rokok harus dimatikan dulu di dalam gelas pastik yang telah digantung di depan rumah. Selain itu warga Kelurahan Bawang juga telah melakukan komitmen yang berisi larangan merokok di dalam rumah serta menolak asap rokok di dalam rumah.